Dosen :
Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes
Mata Kuliah :
PMM-A (Penyehatan Makanan dan Minuman – A)
LAPORAN PEMERIKSAAN ARSEN DAN TIMBAL PADA MAKANAN
Disusun Oleh :
Nama : Dian Indah Pratiwi
Tingkat : II.A / D.IV
NIM : PO714221151011
Kelompok 5
KEMENTRIAN
KESEHATAN RI
POLITEKNIK
KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
2017
A.LATAR
BELAKANG
Pemeriksaan logam berat pada makanan yaitu mengambil
parameter Arsen (As) dan Timbal (Pb). Arsen (As) merupakan unsur yang melimpah
secara alami dengan nomor atom 33, berat atom 74,92 g/mol, memiliki 2 bentuk
padatan, yaitu kuning kehitaman dan abu-abu, termasuk dalam golongan
semi-logam, dan mudah patah.sebagian besar arsen di alam merupakan bentuk
senyawa dasar yang berpa substansi inorganic atau dapat larut dalam air atau
berbentuk gas dan terpapar pada manusia.
Arsen (As) adalah unsure yang melimpah secara alami
dengan nomor atom 33,berat atom 74,92 g/mol, memiliki 2 bentuk padatan, yaitu
kuning kehitaman dan abu-abu, termasuk dalam golongan semi logam, dan mudah
patah. Arsen terdapat di alam.Biasanya bersama dengan unsure lain, yaitu
oksigen (O), klor (Cl), sulphur (S), karbon (C), hydrogen (H), timbal (Pb),besi
(Fe) dan emas (Au).Berbagai senyawa As ditemukan di alam biasanya bersama
unsure lain, antara lain perak (Ag), kobalt (Co), nikel (Ni), besi (Fe),
antimony (Sb), atau sulfur (S).
Timbal (Pb) adalah logam berat yang secara alami
terdapat didalam kerak bumi. Namun,timbale juga bisa juga berasal dari kegiatan
manusia bahkan mampu mencapai jumlah 300 kali lebih banyak dibandingkan Pb alami.
Pb memiliki titik lebur rendah, mudah dibentuk, memiliki sifat kimia yang aktif
sehingga bisa digunakan untuk melapisi logam agar tidak timbul perkaratan.
B.HASIL
1) Arsen
(As)
Nama pengambil : Dian Indah Pratiwi
Sampel :
Udang
Tempat/asal : Lelong Paotere
Tanggal/waktu : 2 April 2017/16.00 WITA
Tujuan : Pemeriksaan
Kadar Arsen (As)
Jumlah/hasil pemeriksaan As : 0 mg/l
2) Timbal
(Pb)
Nama pengambil : Dian Indah Pratiwi
Sampel :
Kue Kukis
Tempat/asal : Lelong Paotere
(pinggir jalan)
Tanggal/waktu : 2 April 2017/16.30 WITA
Tujuan : Pemeriksaan
Kadar Timbal (Pb)
Jumlah/hasil pemeriksaan Pb : 1,024 mg/l
x 5 (pengenceran) = 5,120 mg/l
C.ANALISA
HASIL
1.Arsen (As)
Pemeriksaan kadar arsen(As) pada
sampel udang,tidak terdapat kandungan arsen yaitu 0 mg/l pada sampel udang yang
diperiksa. Karena tidak terdapat kandungan arsen pada udang yang diperiksa jadi
udang tersebut aman dikonsumsi. Walaupun begitu keberadaan arsen di alam
(meliputi keberadaan dibatuan (tanah) dan sedimen,udara,air dan biota),produksi
arsen didalam industry dan sumber pencemaran arsen dilingkungan.
Meningkatnya
pencemaran arsen dilingkungan karena meningkatnya peleburan berbagai jenis
logam dan emisi dari pembakaran arang untuk menghasilkan energy.Penambangan
mineral logam yang mengandun arsen dan pembuangan tailing bisa mempercepat
pergerakkan unsur arsen dan selanjutnya akan mengalir masuk kedalam system air
permukaan.Kegiatan manusia yang mampu melepaskan arsen menuju tanah,air dan
udara.
Mengingat pencemaran arsen dapat berasal dari mana saja, maka lebih
banyak kemungkinan sumber pencemar yang mempengaruhi ada tidaknya kadar arsen
pada sampel.
2.Timbal (Pb)
Pemeriksaan kadar timbal pada samppel kue kukis.
Terdeteksi adanya kandungan timbal yaitu 5,120 mg/l menggunakan metode atau
alat Spectroquant Nova dengan penambahan reagen Pb pada sampel yang sudah
melalui proses pengenceran sebanyak 5 kali. Terdeteksinya kadar timbal pada
makanan dipengaruhi oleh faktor lokasi atau tempat dijualnya sampel kue kukis
yaitu di tempat pelelongan ikan dengan padatnya orang yang berlalu lalang/
aktivitas manusia yang dapat menjadi salah satu pencemar timbal.
Makanan dan
minuman yang tercemar timbal berasal dari kontak dengan udara, air sebagai
bahan yang tercemar timbal (Pb).
D.PROSEDUR
KERJA
1. Arsen (As)
-
Alat :
Gelas ukur
Erlenmeyer
Arsenic test
Kertas arsenates
Botol arsenates
Timbangan digital
Gelas ukur 5 ml
Mortar dan pastle
-
Bahan
Sampel udang
Aquades
Arsenic test
: Reagen arsen (1)
Reagen arsen (2)
-
Cara kerja :
1. Timbang sampel udang sebanyak 10 gr
2. Ambil aquades di simpan pada gelas ukur 50 ml
3. Kemudian haluskan sampel udang dengan
menggunakan mortal dan pastle,berikan aquades sedikit demi sedikit hingga halus,tambahkan
aqudest sebanyak 50 ml dan haluskan sampai halus secara merata.
4. Setelah halus masukkan kembali pada gelas ukur
sebanyak 50 ml, kemudian masukkan ke gelas ukur yang berukuran 5 ml.
5. setelah
itu masukkan ke botol arsenic test
6. Masukkan bubuk reagen arsen (1) dan arsen (2)
masing – masing 1 sendok, kemudian homogenkan.
7. Masukkan kertas arsenic test pada botol
arsenic test dan diamkan selama 20 menit.
8. Setelah 20 menit , baca hasilnya.
2 2. Timbal (Pb)
-
Alat
Gelas ukur
Erlenmeyer
Timbangan digital
Spectroquant nova 60
Gelas ukur 5 ml
Mortal dan pastle
-
Bahan
Kukis
Aquades
Reagen pb
-
Cara kerja :
1. Timbang kukis sebanyak 10 gr
2. Ambil aqudest sebanyak 50 ml ke dalam gelas
ukur
3. Kemudian haluskan sampel dengan menggunakan
mortal dan pastle
4. Berikan aquades sedikit demi sedikit sebanyak
50 ml hingga halus
5. Masukkan sampel kukis sebanyak 5 ml dan simpan
kembali ke dalam gelas ukur 50 ml dan di aduk.
6. Kemudian reagen pb sebanyak 3 tetes dan
masukkan sampel pada Spectroquant nova 60
7. Baca hasil.
KESIMPULAN
Arsen merupakan logam berat dengan
valensi 3 atau 5, dan berwarna metal (steel-grey).Logam berat termasuk bahan
berbahaya dan beracun yang biasanya dihasilkan oleh industry berupa
limbah.Tingkat pencemaran arsen dilingkungan tanah,air dan udara mengikat suatu
peningkatan pelebuhan logam,pemakaran bahan bakar atau arang dan industry.
Dalam kehidupan,logam,Pb sangat
membantu dalam hal pemenuhan kehidupan manusia, misalnya untuk pembuatan
baterai,bahan bakar kendaraan sebagai penghantar listrik, dll. Namun kurangnya
kebijakan manusia dalam menggunakan secara rasional membuat Pb sangat berbahaya
dialam yang akhirnya menganggu kehidupan manusia, karena pencemaran Pb berasal
dari gas buang kendaraan bermotor, dimana zat tersebut berdampak sangat
berbahaya bagi kesehatan.