Jumat, 05 Mei 2017


Mata Kuliah              : Penyehatan Makanan dan Minuman - A

NamaDosen               : Khiki Purnawati, S.ST., M.Kes

LAPORAN PENGAMBILAN

CONTOH USAP ALAT MAKAN


















OLEH :

DIAN INDAH PRATIWI

PO714221151011

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

 PROGRAM D.IV/III

2017

A.DASAR TEORI

Sanitasi makanan adalah upaya-upaya yang ditujukan untuk kebersihan dan keamanan makanan agar tidak menimbulkan bahaya keracunan dan penyakit pada manusia. Dengan demikian, tujuan sebenarnya dari upaya sanitasi makanan, antara lain menjamin keamanan dan kebersihan makanan, mencegah penularan wabah penyakit, mencegah beredarnya produk makanan yang merugikan masyarakat, dan mengurangi tingkat kerusakan atau pembususkan pada makanan.

Upaya pengamanan makanan dan minuman pada dasarnya meliputi orang yang menangani makanan, tempat penyelenggaraan makanan, peralatan pengolahan makan dan proses pengolahannya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya keracunan makanan, antara lain adalah higiene perorangan yang buruk, cara penanganan makanan yang tidak sehat dan perlengkapan pengolahan makanan yang tidak bersih (Chandra, 2006).

Kontaminasi makanan dapat terjadi setiap saat,  salah satunya dari peralatan makanan yang digunakan tidak memenuhi syarat kesehatan. Di Indonesia peraturan telah dibuat dalam bentuk Permenkes RI No.1096/Menkes/Per/VI/2011,bahwa untuk persyaratan peralatan makanan tidak boleh bakteri lebih dari 0 koloni/cm2.Peranan peralatan makanan dalam pedagang makanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari prinsip-prinsip penyehatan makanan (Food hygiene). Setiap peralatan makan (piring, gelas, sendok) harus selalu dijaga kebersihannya setiap saat digunakan. Alat makan (piring, gelas, sendok) yang kelihatan bersih belum merupakan jaminan telah memenuhi persyaratan kesehatan, karena didalam alat makan (piring, gelas, sendok) tersebut tercemar bakteri E.coli yang menyebabkan alat makan (piring, gelas, sendok) tersebut tidak memenuhi kesehatan. Untuk itu pencucian peralatan sangat penting diketahui secara mendasar, dengan pencucian secara baik akan menghasilkan peralatan yang bersih dan sehat pula. Dengan menjaga kebersihan peralatan makan (piring, gelas, sendok,dll.), berarti telah membantu mencegah pencemaran atau kontaminasi makanan yang dikonsumsi (Djajadinigrat, 1989 dalam Pohan, 2009).









B.TUJUAN

    1.   Untuk mengetahui cara mengusap alat makan yang baik dan benar

    2.   Untuk mengetahui cara pemeriksaan kuman pada alat makan

    3.   Untuk mengetahui jumlah Angka Lempeng Total (ALT)



C.  Waktu Praktikum

    1.   Sterilisasi Alat

a.   Hari/Tanggal                         : Kamis 27 April 2017

b.   Jam Mulai-akhir                    : Pukul. 09:00-11:00 WITA

    2.   Praktikum Usap Alat Makan

                   a.   Hari/Tanggal                         : Kamis 27 April 2017

                   b.   Jam Mulai-akhir                    : Pukul. 11:40-12:00 WITA

     3.   Pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT)

              a.   Hari/Tanggal                         : Kamis 27 April 2017

                   b.   Jam Mulai-akhir                    : Pukul. 13:40-15:10  WITA

     4.   Pembacaan Hasil dan Perhitungan Jumlah Angka Kuman

                    a. Hari/Tanggal                         : Jum’at 28 April 2017

                    b. Jam Mulai-akhir                    : Pukul. 11:30 WITA



D.  Tempat

     1.   Praktikum Usap Alat Makan

 Lokasi praktikum usap alat makan ini berada di Warung “A”, Jl. Wijaya Kusuma

     2.   Praktikum Pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) / angka kuman

Proses pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) / angka kuman ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.











E.ALAT DAN BAHAN

    a.   Alat

1)  Pipet Steril 10 ml

2)  Petridish steril

3)  Lidi Kapas steril

4)  Luas Jendela

5)  Erlenmeyer

6)  Pengaduk

7)  Lampu spritus

8)  Korek api

9)  Tabung reaksi

10)   Rak tabung

11)   Kompor gas

12)   Spidol

13)   Termos

14)   Gunting

15)   Autoclave

16)   Inkubator

17)   Oven

18)   Bulp



     b.   Bahan

1)  Air pepton

2)  Larutan pengencer NaCl 0,85%

3)  Medium Nutrien Agar

4)  Alkohol

5)  Kapas

6) Kertas Label







F.TEKNIK PENGAMBILAN

Untuk mendapatkan angka yang dapat mewakili dari seluruh alat yang diperiksa, maka perlu pemeriksaan dari sejumlah sampel yang dapat mewakili keseluruhan.

1.Persiapkan sarung tangan yang steril untuk memulai mengambil sampel

2.Alat makan/masak yang akan di periksa masing-masing di ambil 4-5 buah tiap jenis yang diambil secara acak dari tempat penyimpanan

3.Persiapkan catatan formulir pemeriksaan dengan membagi alat makanan / masak dalam kelompok-kelompok

4.Persiapkan lidi steril, kemudian buka tutup bbotol dan masukkan lidi kapas steril ke dalamnya

5.Lidi kapas steril dalam botol ditekan ke dinding botol untuk membuang airnya, baru diangkat dan diusapkan pada setiap alat-alat yang di usapkan sampai satu kelompok selesai di usap.

6.Permukaan tempat alat/perabot yang di usap yaitu:

Cangkir dan gelas       : permukaan luar dan dalam bagian bibir setinggi 6 mm

Sendok                        : permukaan bagian luar dan dalam seluruh mangkok sendok

Garpu                          : permukaan bagian luar dan dalam alat penusuk

Piring                           : permukaan dalam tempat makanan diletakkan.

7.Cara melakukan usapan :

 Pada cangkir dan gelas dengan usapan mengeliling bidang permukaan

 Pada sendok dan garpu dengan usapan seluruh permukaan luar dan dalam

 Pada piring dengan 2 usapan pada permukaan tempat makanan dengan menyilang siku-siku antara usapan yang satu dengan garis usapan ke dua

8.Setiap bidang permukaan yang di usap dilakukan 3 kali berturut-turut, dan satu lidi kapas di gunakan untuk satu kelompok alat makan yang diperiksa

9.Pada peralatan masak, setiap usapan seluas 8 inchi persegi atau 50 cm2 di lakukan 3 kali berturut-turut dianggap satu kelompok setelah dilakukan luas permukaan sebanyak 5 kali 8 inchi persegi

10.Setiap hasil mengusap 1 alat dari satu kelompok selalu di masukkan ke dalam botol cairan di putar-putar dan di tekan ke dinding, demikian di lakukan berlulang-ulang sampai semua kelompok diambil usapnya

11.Pada usapan peralatan makan setiap usapan alat harus mencapai luas sekitar 8 inchi persegi atau 50 cm2 dan di lakukan 5 kali (tempat) sehingga cukup mencapai luas 40 inchi atau 256 cm2 (1 inchi persegi = 0,4 cm2)

12.Setiap satu kelompok menggunakan 1 lidi kapas sebab yang di usapkan dengan cara seperti pada butir no. 11 diatas

13.Setelah semua kelompok alat makanan atau luas permukaan peralatan masak diusap, kapas lidi di masukkan ke dalam botol, lidinya di patahkan atau digunting, dan bibir botol dipanaskan dengan api spiritus baru di tutup dengan kapas.

14.Tempelkan kertas cellotape yang telah di persediakan, tulis etiket dengan spidol menyatakan nama alat dan tempat yang di ambil sampelnya di beri nomor (kode) sesuai dengan lembar/formulir.

15.Kirimkan segera ke laboratorium dengan suhu dingin untuk diperiksa. Bila tidak di kirim segera, disimpan dalam tempat penyimpanan dingin.



G.PEMERIKSAAN ANGKA LEMPENGAN TOTAL

1.      Alat dan bahan

·         Medium Nutien Agar

·         Larutan pengencer / NaCl 0,9 %

·         Petridsh steril 4 buah masing-masing pemeriksaan

·         Pipet steril masing-masing 2 buah

·         Lampu spiritus / bunsen

·         Korek api

·         Tabung reaksi masing- masing 4 buah

·         Rak kayu



2.      Cara kerja :

·         Siapkan larutan pengencer NaCl 0,9 % sebanyak masing-masing 4 tabung dan 5 buah pertidsh yang di beri kode 10-1,10-2 dan kontrol.

·         Ambil 1 ml larutan pengencer NaCl steril dengan kode kontrol dan masukkan ke dalam pertidsh yang juga berkode kontrol.

·         Ambil 1 ml sampel dengan pipet steril dan masukkan ke dalam tabung reaksi dengan kode 10-1 pipet lepas dan tidak boleh di tutup

·         Pipet 1 ml dari tabung 10-1 dan masukkan ke dalam pertidsh yang berkode 10-1 dan 1 ml sisanya ke tabung 10-2 pipet lepas sebanyak 25 kali atau berkali-kali

·         Pipet 1 ml dari tabung 10-2 masukkan 1 ml ke dalam petridsh yang sudah di beri kode 10-2

·         Tuagi petridish yang berisi sampel dengan Nutrien agar 55o C – 56o c sebanyak ± 15 ml

·         Di goyang-goyang agar rata dan dibiarkan beku

·         Masukkan petridsh di dalam inkubator untuk di eramkan dan petridish di balik dengan suhu 37o C selama 1 x 24 jam



Rumus ALT    : (10-1 C) x 10 + (10-2 – c) x 100

2



F.HASIL

Berdasarkan praktikum Pemeriksaan Usap Alat Makan yang telah kami lakukan di laboratorium Mikrobiologi, dimana sampel usap alat makan diambil di warung makan Arni

Di jalan Wijaya Kusuma didapat angka kuman pada alat makan sebagai berikut:



NO
JENIS ALAT MAKAN
JUMLAH ALT (Koloni/cm2)
1
Mangkok
17 koloni/cm2
2
Gelas
945 koloni/cm2



Angka Lempengan Total pada Alat Makan yang diperiksa

Berdasarkan pada rumus ALT yaitu:

Mangkok:

·         Kontrol    : 3

·         Pengenceran pertama (10-1) : 37 koloni/cm2

·         Pengenceran kedua (10-2) : 8 koloni/cm2










Rumus ALT    : (10-1 C) x 10 + (10-2 – c) x 100

                                                            2               

                                    : (37 – 3) x 10 (8 – 3) x 100

                                                      2

                                    : (34 x 10)     +     (5 x 10)

                                                       2

                                    : 340 x 500

                                            2

                                    : 420

                                        25

                                    : 17 koloni/cm2

Gelas:

·         Kontrol    : 3

·         Pengenceran pertama (10-1) : 32 koloni/cm2

·         Pengenceran kedua (10-2) : 19 koloni/cm2





Rumus ALT    : (10-1 C) x 10 + (10-2 – c) x 100

                                                            2

                                    : (32 – 3) x 10 (19 – 3) x 100

                                                      2

                                    : 290 x 1600

                                            2

                                    : 1890

                                        2

                                    : 945 koloni/cm2



F.ANALISA HASIL

            Berdasarkan dari hasil praktikum yang diperoleh di atas dapat dianalisis bahwa  pemeriksaan jumlah kuman pada Alat Makan dengan metode Swab (pengusapan dengan menggunakan lidi kapas steril) didapatkan jumlah kuman pada alat makan di warung “A”

jalan Wijaya Kusuma. Hasil perhitungan untuk Kontrol didapatkan 3 koloni/cm2. Nilai dari control harus lebih kecil dari pada media agar setelah dibiakkan selama 1×24 jam. Hasil perhitungan untuk alat makan Mangkok jumlah kuman adalah 17 koloni/cm2 dan untuk Gelas 945 koloni/cm2. Dapat dilihat bahwa sampel alat makan yang  diteliti  dapat  dikatakan tidak  sehat  dan  tidak  layak  untuk  digunakan  oleh masyarakat karena melebihi batas Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011, bahwa alat makan tidak boleh mengandung bakteri lebih dari 0 koloni/cm2. 

                Dari pemeriksaan yang diperoleh alat makan mangkok dan gelas berada diluar (tidak dimasukkan dalam lemari) dan pintu dapur dijadikan sebagai pintu umum sehingga banyak koloni yang terdapat pada alat makan tersebut. Koloni gelas lebih banyak karena gelas berada diluar tanpa sesuatu yang bisa menutupi alat dan mangkok berada didalam tapi terdapat celah-celah sehingga udara bisa masuk dan menyebabkan terdapatnya koloni pada mangkok tersebut.

            Akibat kontaminasi bakteri terhadap alat makan akan mempengaruhi kesehatan meskipun pada dasarnya tidak berhubungan langsung dengan makanan. Akan tetapi, persyaratan higiene dan sanitasi makanan salah satunya ditentukan oleh peralatan makanan.



F.KESIMPULAN

            Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil yang didaptkan di Warung “A” tidak sesuai standar. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1096/MENKES/PER/VI/2011, bahwa alat makan tidak boleh mengandung bakteri lebih dari 0 koloni/cm2. 

Pada mangkok= 17 koloni/cm2 dan gelas= 945 koloni/cm2. Angka tersebut sudah terlalu besar dan peralatan tersebut belum layak untuk digunakan dalam penyajian makanan bagi konsumen.

 G.DAFTAR PUSTAKA
http://sarmilahkesling.blogspot.co.id/2014/12/usap-alat-makan-poltekkes-kesling-mks.html
https://febriandhy.blogspot.co.id/2014/05/laporan-usap-alat-makan.html