Sabtu, 17 Juni 2017

Laporan Pemeriksaan E.Coli, Salmonella, Vibrio cholera, dan Shigella pada Sampel Makanan dan Minuman


Mata Kuliah     : Penyehatan Makanan dan Minuman

Dosen              : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes

Pemeriksaan E.Coli, Salmonella, Vibrio cholera, dan Shigella pada

Sampel Makanan dan Minuman



DISUSUN OLEH         :

DIAN INDAH PRATIWI                                 PO714221151011

TINGKAT : II.A/D.IV

KEMENTRIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

2017



PEMERIKSAAN E.COLI

A.LATAR BELAKANG

Bakteri-bakteri indikator tersebut umumnya adalah bakteri yang lazim terdapat dan hidup pada usus manusia sehingga dengan adanya bakteri tersebut pada air atau makanan dapat menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air atau makanan pernah mengalami kontak dengan kotoran yang berasal dari usus manusia dan oleh sebab itu kemungkinan terdapat bakteri patogen lain yang berbahaya. Ada tiga jenis bakteri yang dapat digunakan untuk menunjukkan adanya masalah sanitasi salah satunya, yaitu Escherichia coli.

Uji mikrobiologis air dapat dianalisis berdasarkan organisme penunjuk atau indicator organism. Syarat organisme indicator antara lain yaitu terdapat pada air yang tercemar, mempunyai kemampuan bertaha hidup yang lebih besar dari pathogen, terdapat dalam jumlah lebih banyak daripada pathogen, dan mudah dideteksi dengan teknik laboratorium yang sederhana. Biasanya yang digunakan sebagai indicator yaitu dari jenis Escheichia Coli (Escherichia coli atau coli tinja) dikarenakan terdapat hanya dan selalu terdapat dalam tinja.

E.coli merupakan bakteri anaerob fakultatif, dimana bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen, didalam kondisi ini bakteri tersebut aktif, yang memanfaatkan senyawa organik sebagai media tumbuhnya.

B.TUJUAN

Untuk mengetahui apakah sampel makanan dan minuman yang diperiksa terkontaminasi dengan Escherichia coli.

C.ALAT dan BAHAN

Alat

1.      Neraca analitik

2.      Sendok

3.      Gelas ukur

4.      Erlenmeyer

5.      Tabung Reaksi

6.      Durham

7.      Rak tabung

8.      Pipit ukur

9.      Balp

10.  Ose

11.  Spritus

12.  Petridish

13.  Pengaduk

Bahan

1.      Sampel makanan gado-gado dan minuman es kelapa

2.      Aquades

3.      Media pepton

4.      Media EC. Medium

5.      Kapas

6.      Alkohol

D.PROSEDUR PEMERIKSAAN

Tahap Penimbangan Sampel makanan dan minuman

I.                    Penimbangan sampel makanan (Ubi)

1.      Siapkan alat dan bahan

2.      Bersihkan tempat pemeriksaan dan tangan dengan menggunakan alcohol

3.      Ambil plastic lalu masukkan sampel ubi

4.      Timbang sampel makanan (Ubi) sebanyak 5 gram di neraca analitik lalu haluskan dengan cara menekan menggunakan jari

5.      Tambahkn air pepton 45 ml lalu masukkan ke dalam plastic

II.                 Penimbangan sampel minuman (Es Putar)

1.      Siapkan alat dan bahan

2.      Ambil plastic lalu masukkan sampel kelapa

3.      Timbang sampel kelapa sebanyak 5 gram di neraca analitik lalu haluskan dengan cara menekan menggunakan jari

4.      Tambahkan air pepton 45 ml lalu masukkan ke dalam plastic

Tahap Pemeriksaa

Hari Pertama

1.      Siapkan alat dan bahan

2.      Ambil 1 ml sampel makanan lalu masukkan ke dalam tabung reaksi berisi media pepton lalu masukkan tabung durham

3.      Ambil 1 ml sampel minuman lalu masukkan ke dalam tabung reaksi berisi media pepton lalu masukkan tabung durham

4.      Inkubasikan pada suhu 350C selama 1 X 24 Jam

Hari Kedua

1.      Jika  negative di inkubasikan selama 2 hari suhu 350C

2.      Jika postif berwarna keruh dan ada gelembung pada tabung durham.

3.      Ambil 1-2 mata ose, lalu pindahkan ke EC. Medium

4.      Inkubasikan selama 1 X 24 jam dengan suhu 44,50C

Hari Ketiga

1.      Jika Positif pindahkan pada media EMB agar

2.      Ambil 1-2 mata ose lalu zig-zag di media agar

3.      Inkubasikan selama 18-24 jam dengan suhu 350C

4.      Coloni tersangka datar, berwarna gelap dengan atau tanpa kilatan logam

E.HASIL         

Sampel Makanan

-          Tes Perkiraan   : (+)

-          Tes Penegasan             : ( - )

Sampel Minuman

-          Tes Perkiraan   : (+)

-          Tes Penegasan : (+)

-          Tes Lengkap    :  ( - )

F.ANALISA HASIL

Berdasarkan hasil yang didapatkan pada pemeriksaan E-Coli pada sampel makanan dan minuman tersebut, pada tes perkiraan diperkirakan adanya bakteri, karena pada tes tersebut ditandai dengan adanya gas pada tabung durham dan pada media berwarna keruh. Kemudian pada tes penegasan yang positif hanya pada sampel minum. Tetapi pada tes lengkap sampel minuman tersebut dinyatakan negative adanya bakteri E.coli. Meski demikian sampel tersebut telah ditemukan bakteri koliform jenis lain.

Berdasarkan Peraturan menteri kesehatan republik lndonesia No. 1098/Menkes/per/VII/2003 tentang persyaratan higiene sanitasi rumah makan dan restoran bahwa angka kolifom dalam makanan harus nol (0) / gram. Hal ini pun menegaskan bahwa bakteri patogent tidak boleh berada pada makanan seperti enterobacter aerogenes karena dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan yaitu infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit.

G.KESIMPULAN

Dapat ditarik kesimpulan bahwa pemeriksaan e.coli pada sampel makanan dan minuman adalah:

1.Sampel Makanan

Tes Perkiraan   : (+)

Tes Penegasan : ( - )

2.Sampel Minuman

Tes Perkiraan   : (+)

Tes Penegasan : (+)

Tes Lengkap    : ( - )

PEMERIKSAAN SALMONELLA

A.LATAR BELAKANG

Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat/batang  yang menyebabkan tifus, paratifus, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies Salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida. Salmonella dinamai dari Daniel Edward Salmon, ahli patologi Amerika, walaupun sebenarnya, rekannya Theobald Smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bakterium tahun 1885 pada tubuh babi. Habitat Inang bagi Salmonella adalah usus halus manusia dan hewan. Makanan dan minuman terkontaminasi merupakan mekanisme transmisi kuman Salmonella dan carrier adalah sumber infeksi. Salmonella typhi bisa berada dalam air, es, debu, sampah kering yang bila organisme ini masuk ke dalam vehicle yang cocok (daging, kerang dan sebagainya) akan berkembang biak mencapai dosis infekti.

Dimensi Bakteri berbentuk batang, tidak berspora dan tidak bersimpai tetapi mempunyai flagel feritrik (fimbrae), pada pewarnaan gram bersifat gram negatif, ukuran 2- 4 mikrometer x 0.5-0.8 mikrometer dan bergerak.

Salmonella terdiri dari sekitar 2500 serotip yang semuanya diketahiu bersifat patogen baik pada manusia atau hewan. Bakteri ini bukan indocator sanitasi, melainkan bakteri indicator keamanan pangan. Artinya karena semua serotip Salmonella yang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam air atau makanan dianggap membahayakan kesehatan. Oleh karena itu berbagai standar air minum maupun makanan siap santap menisyaratkan tidak ada Salmonella dalam 100 ml air minum atau 25 gram sampel makanan.

B.TUJUAN

Untuk mengetahui apakah sampel makanan dan minuman yang diperiksa terkontaminasi dengan Salmonella.

C.ALAT dan BAHAN

Alat

1.            Neraca analitik

2.            Sendok

3.            Gelas ukur

4.            Erlenmeyer

5.            Rak tabung

6.            Pipit ukur

7.            Balp

8.            Ose

9.            Spritus

10.        Petridish

11.        Pengaduk

Bahan

1.            Sampel makanan gado-gado dan minuman es kelapa

2.            Aquades

3.            Media endo Agar

4.            Media gula-gula

5.            Alcohol



D.PROSEDUR PEMERIKSAAN

Tahap Penimbangan Sampel makanan dan minuman

              I.      Penimbangan sampel makanan (Ubi)

1.      Siapkan alat dan bahan

2.      Bersihkan tempat pemeriksaan dan tangan dengan menggunakan alcohol

3.      Ambil plastic lalu masukkan sampel makanan (ubi)

4.      Timbang sampel makanan (ubi) sebanyak 5 gram di neraca analitik lalu haluskan dengan cara menekan menggunakan jari

5.      Tambahkn air pepton 45 ml lalu masukkan ke dalam plastic     

           

              II.      Penimbangan sampel minuman (Es Putar)

1.       Siapkan alat dan bahan

2.      Ambil plastic lalu masukkan sampel es putar

3.       Timbang sampel kelapa sebanyak 5 gram di neraca analitik lalu haluskan dengan cara menekan menggunakan jari

4.      Tambahkn air pepton 45 ml lalu masukkan ke dalam plastic



Tahap Pemeriksaan

I.      Hari Pertama

1.      Siapkan alat dan bahan

2.      Panaskan ose di spritus sampai merah lalu celupkan di sampel makanan gado-gado, kemudian zig-zag di media endo Agar

3.      Panaskan ose di spritus sampai merah lalu celupkan di sampel minuman es kelapa, kemudian zig-zag di media endo Agar

4.      Inkubasikan pada suhu 350C selama 1 X 24 Jam



 II.      Hari Kedua

1.      Jika postif berwarna pink, ada koloni keccil dan berwarna putih

2.      Ambil 1-2 mata ose, lalu pindahkan ke media TSIA

3.      Inkubasikan selama 1 X 24 jam dengan suhu 370C



  III.      Hari Ketiga

1.      Jika Positif lereng berwarna merah, dasar kuning dan pada tusuk tidak hitam

2.      Ambil 1-2 mata ose lalu lanjutkan pada media gula-gula

3.      Eramkan selama 18-24 jam dengan suhu 350C



            E.HASIL

            I.Sampel Makanan

                        Hari 1 (-)



            II.Sampel Minuman

                        Hari 1 (+)

                        Hari 2 (-)



            F.ANALISA HASIL

Berdasarkan hasil yang didapatkan pemeriksaan salmonella pada makanan dan minuman yaitu: Pada sampel makanan,ubi goreng (-) diperkirakan tidak ada pertumbuhan bakteri salmonella pada ubi goreng yang diperiksa. Sampel minuman,es putar dihari I (+) dikarenakan berwarna merah rose, coloni kecil dan berwarna putih. Pencemaran ini dapat disebabkan karena Salmonella dapat mencemari sampel es putar secara langsung atau tidak langsung melalui air yang tercemari oleh kotoran dari bahan mentah ataupun dari peralatan yang dipakai.                Hari ke-II (-) diperkirakan tidak ada pertumbuhan bakteri salomnella tetapi ada kemungkinan terdapat bakteri lain.

Gejala infeksi salmonella dimulai dari masuknya sel salmonella kedalam saluran pencernaan dan masuk kedalam saluran usus. Bakteri ini dapat berkembang biak dengan baik. Bakteri ini dapat melakukan penetrasi pada saluran usus terutama pada ileum dan sedikit pada usus besar, sehingga menimbulkan system pertahanan mucosal dan linpatik. Dan dapat mencemari saluran darah sehingga dapat menyebabkan bakteremia atau apses.



G.KESIMPULAN

            Dapat ditarik kesimpulan bahwa, pemeriksaan salmonella pada sampel makanan (-) tidak terjadi pertumbuhan bakteri atau tidak terdapat bakteri. Sampel minuman hari I (+) Pencemaran ini dapat disebabkan karena Salmonella dapat mencemari sampel es putar secara langsung atau tidak langsung melalui air yang tercemari oleh kotoran dari bahan mentah ataupun dari peralatan yang dipakai. Dan hari ke II (-) tidak terdapat bakteri salmonella tetapi ada kemungkinan terdapat bakteri lain.



PEMERIKSAAN VIBRIO CHOLERA

A.LATAR BELAKANG

            Vibrio cholerae adalah salah satu bakteri yang masuk dalam family Vibrionaceae selain dari Aeromonas dan Plesiomonas, dan merupakan bagian dari genus Vibrio. Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1884 dan sangat penting dalam dunia kedokteran karena menyebabkan penyakit kolera. Vibrio cholerae banyak ditemui di permukaan air yang terkontaminasi dengan feces yang mengandung kuman tersebut, oleh karena itu penularan penyakit kolera ini dapat melalui air, makanan dan sanitasi yang buruk.

Vibrio berbentuk bengkok, gram negative, dapat bergerak mempunyai satu flgel kutub. Vibrio cholera dan vibrio yang sejenis menyebabkan cholera pada manusia. Kolera bukan infeksi yang invasive.

Klasifikasi dari Vibrio cholerae adalah sebagai berikut :

Kingdom         : Bacteria

Phylum            : Proteobacteria

Class               : Gamma Proteobacteria

Order              : Vibrionales

Family             : Vibrionaceae

Genus              : Vibrio

Spesies             : Vibrio cholerae



B.TUJUAN

            Untuk mengetahui apakah sampel makanan dan minuman yang diperiksa terkontaminasi dengan Vibrio cholerae.



C.ALAT dan BAHAN

Alat

           1.      Neraca analitik

           2.      Sendok

           3.      Gelas ukur

           4.      Erlenmeyer

           5.      Tabung Reaksi

           6.      Rak tabung

           7.      Pipit ukur

           8.      Balp

           9.      Ose

           10.  Spritus

           11.  Pengaduk



Bahan

            1.      Sampel makanan gado-gado dan minuman es kelapa

            2.      Aquades

            3.      Media pepton alkalis

            4.      Kapas



            D.PROSEDUR PEMERIKSAAN

Tahap Penimbangan Sampel makanan dan minuman

I.      Penimbangan sampel makanan (Ubi)

a.       Siapkan alat dan bahan

b.      Bersihkan tempat pemeriksaan dan tangan dengan menggunakan alcohol

c.       Ambil plastic lalu masukkan sampel makanan ubi

d.      Timbang sampel makanan (ubi) sebanyak 5 gram di neraca analitik lalu haluskan dengan cara menekan menggunakan jari

e.       Tambahkn air pepton 45 ml lalu masukkan ke dalam plastic



              II.      Penimbangan sampel minuman (Es Putar)

a.       Siapkan alat dan bahan

b.      Ambil plastic lalu masukkan sampel es putar

c.       Timbang sampel kelapa sebanyak 5 gram di neraca analitik lalu haluskan dengan cara menekan menggunakan jari

d.      Tambahkn air pepton 45 ml lalu masukkan ke dalam plastic





Tahap Pemeriksaan

 I.      Hari Pertama

1.      Siapkan alat dan bahan

2.      Ambil 1 ml sampel makanan lalu masukkan ke dalam tabung reaksi berisi media pepton alkalis

3.      Ambil 1 ml sampel minuman lalu masukkan ke dalam tabung reaksi berisi media pepton alkalis

4.      Inkubasikan pada suhu 350C selama 1 X 24 Jam



II.      Hari Kedua

1.      Jika postif air keruh (kuning) dan biru kehijauan

2.      Ambil 1-2 mata ose, tanam pada media TSIA dengan zig-zag dan tusuk sampai dasar.

3.      Eramkan dengan suhu 370C selama 1 X 24 jam



            III.  Hari Ketiga

1.      Jika Positif berwarna kuning pada media TSIA

2.      Ambil 1-2 mata ose, kemudian celupkan pada larutan maltose, manit, sakarosa, laktosa, glukosa dan KIA dengan zig-zag dan tusuk sampai dasar

3.      Eramkan dengan suhu 370C selama  1 X 24 jam



            E.HASIL

            1.Sampel Makanan:

                        Hari 1: (-)

            2.Sampel Minuman:

                        Hari ke 1 : (-)



            F.Analisa Hasil

                        Berdasarkan hasil yang didapatkan pada sampel makanan dan minuman di hari pertama   (-) tidak terkontaminasi dengan Vibrio cholerae pada sampel makanan ubi goreng dan minuman es putar. Karena bakteri vibrio cholera banyak pada mkananan hasil laut seperti: udang, kepiting, ikan, kerangn dan lain sebagainya Vibrio cholerae termasuk bakteri gram negative, berbentuk batang bengkok seperti koma dengan ukuran panjang 2-4 um. Vibrio cholerae bersifat aerob atau anaerob fakultatif. Suhu optimum untuk pertumbuhan pada suhu 18-37°C. Dapat tumbuh pada berbagai jenis media, termasuk media tertentu yang mengandung garam mineral dan asparagin sebagai sumber karbon dan nitrogen. Ciri-ciri Vibrio cholerae seperti organisme multiselluler, prokariot (tidak memiliki membran inti sel ), tidak memiliki klorofil, memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron, memiliki bentuk tubuh basil (batang), hidup bebas atau parasite, yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan.





            E.Kesimpulan

                        Dapat ditarik kesimpulan bahwa, pada pemeriksaan vibrio cholera pada sampel makanan ubi goreng dan minuman es putar didapatkan hasil (-) yaitu tidak terkontaminasi vibrio cholera.



PEMERIKSAAN SHIGELLA

A.LATAR BELAKANG

            Shigella adalah bakteri entenik patogen yang dominan sebagai kausa diare bersama-sama dengan Salmonella dan Vibrio cholerae. Kasus ini paling sering terjadi di lingkungan dengan sanitasi dan hygiene yang buruk, ketersediaan sumber air bersih yang kurang, kemiskinan, dan pendidikan rendah. Penyakit pada anak-anak ini dapat memberikan dampak merugikan terhadap status gizi anak. Shigellosis memberikan efek negative terhadap status gizi akibat penurunan asupan nutrisi dan absorpsi usus, peningkatan katabolisme dan pemecahan nutrient yang digunakan untuk sintesis jaringan dan pertumbuhan. Sementara malnutrisi dapat menjadi predisposisi terhadap terjadinya infeksi akibat penurunan kemampuan barrier proteksi kulit dan mukosa, serta perubahan fungsi respon imun. Keadaan ini seringkali mengakibatkan penurunan energi disertai defisiensi mikronutrien.

Survei Kesehatan Nasional yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Republik

Indonesia pada tahun 2001 menunjukkan bahwa sekitar 9,4% kematian pada bayi dan 13,2% kematian pada anak usia 1-4 tahun adalah akibat infeksi diare. Shigella spp. merupakan penyebab infeksi diare yang dominan untuk negara berkembang. Setiap tahun, diperkirakan ada sekitar 164,7 juta kasus infeksi diare yang disebabkan oleh kuman Shigella, dan 163,2 juta di antaranya terjadi di negara berkembang.

Laporan epidemiologi menunjukkan bahwa 600.000 dari 140 juta pasien shigellosis meninggal setiap tahun di seluruh dunia. Data di Indonesia memperlihatkan 29% kematian diare terjadi pada umur 1 sampai 4 tahun disebabkan oleh Disentri basiler. Laporan dari di Amerika Serikat memperkirakan sebanyak 6000 dari 450.000 kasus diare per tahun dirawat di rumah sakit,di Inggris 20.000-50.000 kasus per tahun, sedangkan di Mediterania Timur dilaporkan kematian ± 40.000 kasus (rata rata case fatality rate 4%).





B.TUJUAN

            Untuk mengetahui apakah sampel makanan dan minuman yang diperiksa terkontaminasi dengan shigella.



C.ALAT dan BAHAN

Alat

           1.      Neraca analitik

           2.      Sendok

           3.      Gelas ukur

           4.      Erlenmeyer

           5.      Rak tabung

           6.      Pipit ukur

           7.      Balp

           8.      Ose

           9.      Spritus

           10.    Petridish

           11.    Pengaduk



Bahan

            1.      Sampel makanan gado-gado dan minuman es kelapa

            2.      Aquades

            3.      Media SS Agar

            4.      Kapas

            5.      Alkohol



D.PROSEDUR PEMERIKSAAN

Tahap Penimbangan Sampel makanan dan minuman

              I.      Penimbangan sampel makanan (Ubi)

1.      Siapkan alat dan bahan

2.      Bersihkan tempat pemeriksaan dan tangan dengan menggunakan alcohol

3.      Ambil plastic lalu masukkan sampel makanan (ubi)

4.      Timbang sampel makanan (ubi) sebanyak 5 gram di neraca analitik lalu haluskan dengan cara menekan menggunakan jari

5.      Tambahkn air pepton 45 ml lalu masukkan ke dalam plastic     

           

              II.      Penimbangan sampel minuman (Es Putar)

1.       Siapkan alat dan bahan

2.      Ambil plastic lalu masukkan sampel es putar

3.       Timbang sampel kelapa sebanyak 5 gram di neraca analitik lalu haluskan dengan cara menekan menggunakan jari

4.      Tambahkn air pepton 45 ml lalu masukkan ke dalam plastic



Tahap Pemeriksaan

I.      Hari Pertama

1.      Siapkan alat dan bahan

2.      Ambil ose lalu panaskan di spritus hingga merah lalu masukkan ose kedalam sampel makanan gado-gado lalu zig-zag dimedia SS Agar

3.      Ambil ose lalu panaskan di spritus hingga merah lalu masukkan ose kedalam sampel minuman es kelapa muda lalu zig-zag dimedia SS Agar

4.      Inkubasikan pada suhu 350C selama 1 X 24 Jam



II.      Hari Kedua

1.      Jika postif tidak berwarna, kecil-kecil, jernih dan smooth

2.      Di tanamkan di media TSIA

3.      Inkubasikan dengan suhu 370C selama 1 X 24 jam



            III.      Hari Ketiga

Jika Positif masukkan ke incubator dengan suhu 370C selama 1 X 24 jam.



E.HASIL

            I.Sampel Makanan

                        Hari 1 (-)



            II.Sampel Minuman

                        Hari 1 (+)

                        Hari 2 (+)

                        Hari 3 (-)





G.ANALISA HASIL

            Berdasarkan hasil yang didapatkan pada pemeriksaan, bahwa pada sampel tersebut negatif(-) terkontaminasi bakteri Shigella, hal ini dapat dilihat pada media TSIA didapatkan hasil yang negatif sehingga tidak dilanjutkan pada media gula-gula.

Meskipun demikian, hasil yang didapatkan pada sampel negatif Shigella tidak menutup kemungkinan adanya bakteri lain pada sampel tersebut, hal ini dikarenakan pada media SS Agar didapatti koloni yang tersangka. Seperti yang diketahui Shigella sonnei dapat hidup pada suhu 45oC.

Seperti yang kita ketahui, Shigella merupakan bakteri pathogen yang dapat menginfeksi saluran pencernaan. Shigella dapat tumbuh secara optimum pada suhu 37ºC . Sehingga Shigella dapat tumbuh dengan baik





H.KESIMPULAN

            Berdasarkan hasil ddapat ditarik kesimpulan bahwa, pada sampel makanan dan minuman tersebut tidak terkontaminasi bakteri Shigella, tetapi kemungkinan terkontaminasi oleh bakteri jenis lain.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar